Mungkin konyol sih kalau aku cerita disini, tapi aku hanya ingin berbagi cerita ku aja sih. Cerita ini dimulai saat aku menjalani kuliah hingga selasai kuliah. Aku punya banyak teman, tapi lebih banyak teman pria sih. Sampai ada beberapa pria dekat denganku terutama dia, sebut saja namanya Heru. Ya Heru pria yang baik, ganteng gak sih, dari keluarga terpandang dan suka php. Ups… bukan php tapi pembohong. Mungkin kata-kata itu terdengar kasar tapi ya itulah kenyataannya.

Aku mengenal dia sejak tahun 2016, sudah 2 tahun lebih lah ya kan. Awal kenal dia itu lewat teman. Ya awalnya sih cuek-cuek bebek, tapi lama-lama makin dekat. Aku gak tau ini perasaan apa, yang kutahu aku semakin ingin mengenalnya. Ya ternyata ini perasaan sayang, tapi sayangnya hanya sebelah tangan waktu itu. Dia tak merespon apapun saat itu hingga 1 tahun berlalu.

Tepat tahun 2017…

Aku merasa aku bodoh karna masih mengharapkan dia dan sayang kan dia. Hingga akhirnya aku pun menjalin hubungan dengan seseorang hingga hampir 1 tahun. Begitu pun dirinya yang ternyata telah menjalin hubungan dengan seseorang saat dekat denganku. Yang masih herannya kan, kenapa saat dekat denganku dia gak bilang kalau dia sudah menjalin hubungan dengan orang lain. Kenapa harus bohong juga kan. Mungkin dia ingin mencari kebahagiaan denganku saja. Hahaha…. lucu kali… sangat lucu…memang lucu pulaknya kan.

1 tahun telah berlalu dan tepat akhir tahun 2017…

Waktu itu bulan desember tepatnya, ya masih ingat banget di ingatanku. Kami pergi refreshing ke suatu tempat, dan saat itu memang Cuma berdua kan. Bahagia sih iya, karna jalan-jalan dengan orang yang pernah kita sayang dan rasa itu masih nyelip di hati. Hahaha… nyelip bah. Tapi gak tau kenapa masih ada rasa sayang itu. Lanjut ke jalan-jalan tadi kan. Waktu itu aku masih ingat banget dia bilang “bukan abg gak sayang sama adek, abg sayang sama adek. Tapi abg gak bisa”. Yang jadi pertanyaan ku malam itu adalah kenapa gak bisa? Apa sebabnya? Dan jawaban dia adalah “abg gak bisa jadikan adek pelampiasan abg aja terutama pelampiasan nafsu abg”. Oke lah yakan, mungkin benar dan aku percaya itu. Dan saat itu juga dia bilang “abg gak mau pacar-pacaran kalau ujung-ujungny ya putus dan kayak gini”. Percaya aja lah hati ini.

Kuhabiskan malam yang indah penuh dengan bintang bersamanya. Hingga pagi menjelang kami pun pergi. Ya hari yang menyenangkan memang. Waktu pun berlalu hingga menunjukkan pergantian tahun.

Tepat awal tahun 2018

Saat itu tanggal 19 januari 2018, dirumahku pesta khitanan adekku dan di bilang dia akan datang. Wih bahagia nya bukan kepalang. Tapi apalah daya itu hanya sebuah kebohongan yang berlandaskan kata-kata manis dari mulutnya. Jam pun berputar hingga malam tiba namun tak ada kabar juga, hingga pesta pun berakhir namun tak besua juga dirinya. Yang paling kesel dan menyakitkan itu adalah dia bisa buat status jalan-jalan gatau kemana, tapi memberi kabar gak bisa datang pun gak bisa. Hahahaha memang pria ya seperti itu. Sudah berapa kebohongan yang dia ucapkan. Ah bosen lah ya kan.

Akhirnya semua berlalu tanpa komunikasi dan tiba lah saatnya aku wisuda

Dia whatsupp aku dan bilang kalau dia gak bisa datang ke wisuda aku. Aku bilang ya gak apa-apa. Dan di bilang kalau dia akan datang acara dirumahku nanti. Tapi, eh dia berbohong lagi. Wkwkwkwk…lucu kadang lihat dia sih, tapi kadang buat kesel. Tepat acara dirumahku, eh gak ada kasih kabar dan alasan kenapa gak datang. Tapi buat status bisa dianya. Hahahaha aneh memang tapi kenyataan nya seperti itu sih. Kebohongan dan kebohongan lagi. Huh capek juga sih, tapi ini lah hatiku kebaikan sih. Padahal setelah lama gak ada komunikasi ya rasa itu hilang seiring berjalanny waktu dan terketuknya kesadaran diriku.

Akhir tahun 2018

Aku sudah melupakan semua kejadian dan kebohongan yang pernah terucap dia. Belajar ikhlas dan belajar melupakan dari pelajaran yang sangat berharga. Lanjut cerita lagi ni ya… udah mau selesai kok. Hehehehe… akhir tahun itu sempat dia hubungi aku dan sering banget nanyak aku dimana lah apalah. Ya aku respon aja karna juga bukan musuh kan. Akhirnya kami cerita-cerita gitu sambil makan. Ceritany ya tentang pasangan masing-masing, maksudnya kenapa bisa berakhir gitu. Ya larut lah dalam cerita. Pria yang pernah bilang gak mau pacaran gak tau nya pacaran juga bah. Hahahaha kebohongan lagi kan.

Dia hubungi aku lagi dan nanyak aku dimana. Ya saat itu memang hujan dan dia datang ke kontrakanku. Ya disitulah pertemuan dan komunikasi terakhir kami tepat di akhir tahun 2018. Tanggal dan akhir yang cantik sih kalau aku bilang. Gimana enggak ya, pulaknya datang ke kontrkan kayak memang gak ada beban atau masalah apapun sih. Dia sibuk main game, aku nonton film. Eh dia asyik menggarai aku aja malam itu, dia gelitikkin aku entah apalah maksud itu semua kan.

Hujan malam itu dan canda tawa malam itu menjadi akhir dari pertemuan kami. Bahagia sih tapi aku bahagia bukan karna sudah bertemu dengannya tapi bahagia sudah pernah mengenalnya. Pernah mengenal seorang pria yang baik, ngeselin, php, pembohong dan terkadang ngangenin. Itu 2 tahun yang lalu. Tidak untuk tahun yang akan datang ini. Ups… bukan aku membecinya, bukan aku dendam dengannya tapi aku hanya ingin menjauh darinya. Aku hanya ingin dia sadar akan perbuatannya, karna karma itu berlaku. Dia memang seperti gak bersalah gitu, memang gak bersalah sih, gak bersalah banget malah. Bukan aku maupun dia yang salah, tapi waktulah yang telah mempertemukan kami berdua, waktu yang membuat semuanya menjadi sebuah kisah dan cerita.

Akhir ceritanya ada di awal tahun 2019

Tak ku sangka ternyata kebohongannya terulang lagi yaitu dia pacaran. Hahaha lucu lucu. Ya wajar lah namanya butuh seseorang yang mengisi hari-hari dia kan. Tapi seakan seperti air yang mengalir saja yang tak tau dimana darat dan dimana lautan.  Ya dari situ lah aku berpikir bahwa dia bukan pria yang baik dan Allah telah selamatkan aku darinya. Tapi kenapa baru sekarang, ya itu lah kita diuji oleh Allah dan diberikan pelajaran yang berharga dari apa yang telah dilalui. Syukur Alhamdulillah aku pernah mengenalnya dan aku berterima kasih dengannya. Kenapa harus berterima kasih? Kenapa?

“Karena dengan mengenalnya aku tau arti dari setiap ucapan, aku tau arti kesetiaan dan aku bisa memahami arti menghargai sebuah perasaan yang belum tentu kita temukan kembali dan belajar memahami seseorang yang benar-benar bisa menerima setiap kekurangan kita tanpa melihat kelebihan yang kita miliki ”

Sekian cerita dari kisah singkatku, ku harap kalian menyukai dan terinspirasi untuk berani dan menghilangkan rasa takut pada sebuah perasaan dan sebuah ujian dalam kehidupan.

Tunggu cerita selanjutnya ya…….

With love Indria Nurani Br Purba