PERASAAN YANG SALAH “TAK SEHARUSNYA RASA ITU TUMBUH KEMBALI”

Aku tak pernah tau apa yang akan terjadi sekarang,esok, maupun hari-hari yang akan datang. Aku juga tak pernah tau kapan, dimana dan bagaimana itu bisa terjadi. Disini aku berbagi cerita dengan kalian yang mungkin pernah merasakan bahkan mengalaminya juga. Tak dipungkiri bahwa cerita ini tak jauh dari kata cinta. Ya cinta… dan disinilah kisahku dimulai.

Tepat tahun 2016 silam, aku kenal degan seorang pria yang bernama Eris. Ya ku akui dia tidak terlalu tampan apalagi mapan. Aku tak meilhat semua itu, aku hanya melihat dia adalah seorang pria yang baik, tegas dan setia.

One day setelah beberapa bulan kami mengenal satu sama lain, aku tak menyangka bahwa dia mengungkapkan perasaannya padaku. Jujur sih saat itu aku juga memiliki perasaan yang sama padanya, dan akhirnya aku pun menerimanya.

Sejak saat itu, hari itu, detik itu, aku merasa hari-hari ku bahagia bersamanya. 2 bulan berjalan, ya dia membawa aku kerumahnya, berkenalan dengan ibu dan kakaknya. Sempat beberapa kali aku di ajak kerumahnya, dan itu membuatku senang. Namun, tak berlangsung lama hubungan kami kandas ditengah jalan karna selalu berbeda pendapat. Sedih wajar karna aku sudah terlanjur sayang sama dia dan sudah banyak yang kami lalui saat kami menjalin hubungan.

After hubungan itu berakhir kami masih komunikasi, but tak seperti layaknya orang pacaran. Waktu terus berjalan dan kami mulai menjalani kehidupan kami masing-masing. Aku hanya bisa berdo’a dan berusaha untuk dapat melupakan semua yang telah terjadi.

Sssssssstttttttt

2 tahun telah berlalu………

Awal tahun 2018, aku mencari tau kabarnya. Dan Alhamdulillah aku dapat contact dia. Aku masih ingat banget saat itu adalah malam pergantian tahun. Aku bertemu dengannya walaupun hanya sebentar.

Sontak, aku bertanya padanya “bg, siapa pacar abg sekarang?”, lalu ia menjawab “gak ada dek”. Ya percaya gak percaya sih saat itu. Tapi ku iya kan aja. Malam itu di bercerita bahwa dia sudah masuk kerja di PT yang diinginkannya sejak lama. Hatiku bahagia mendengar itu. Tapi, komunikasi ku dengannya hanya bertahan beberapa hari saja.

Beberapa bulan kemudian…….

Tepat bulan 5 sebelum bulan ramadhan tiba, aku tak sengaja melihatnya saat aku lagi naik baling-baling di pasar malam. Bukan lagi kaget dan jantung berdetak, dia lagi sama seorang perempuan dan mesra banget gitu kan. Hatiku Cuma bisa berkata “Oh, dia sudah punya pacar ternyata”. Ya, memang sih saat itu aku juga sudah menjalin komitmen dengan seseorang, namun hubungan itu kandas tepat 8 bulan kami berkomitmen. Banyak alasan yang membuatku tak bisa bersama seseorang itu.

Tepat awal november 2018…..

Aku gak tau kenapa hatiku berniat untuk menghubunginy kembali. Aku chat di lewat whatsupp. Pertama aku chat ya langsung ku hapus karna aku takut kan, tapi ternyata di balasnya dan di masih simpan kontak ku. Bahagia bukan kepalang kan, orang yang pernah kita sayang dan pernah melewati hari-hari bersamanya, setelah hampir 1 tahun gak komunikasi, eh akhirnya komunikasi kembali.

Hari-hari ku hanya menunggu dan membalas chat dariny saja. Bahagia banget gak tau kenapa dan gak tau lagi mau bilang apa. Dia ngajak aku jumpa, jalan, cerita-cerita apa yang dah terjadi selama 2 tahun setelah kami putus. Sampai saat dia bilang “gak ada cewek yang mau serius sama abg”. Wop, hati kayak gimana gitu jadinya kan. Hehehehe………

Sampai pada ketika siang hari tepat tanggal 03 November 2018 dia berkata samaku seperti ini “iya makanya itu adek udah kembali ke abg makanya abg mau adek tuh yang bersama abg”. Y Allah, jujur aku berasa kayak mimpi dan gak percaya sih ada lelaki yang bicara seperti itu ke aku dan posisiny dia adalah mantanku.

Dan kalian tau, hari itu dia ngucapkan ini ke aku “abg pengen nya awal tahun depan tunangan dan siap lebaran nikah”. Aku kaget lah ya kan, kok tiba-tiba gitu. Jadi aku jawab ke dia seperti ini “tunangan? Nikah? Y Allah itu cepat banget bg. Adek masih pengen kerja loh bg”. Dan dengan tegas ny dia menjawab “ Yadah kok emang terlalu cepat kita undur aja dek. Sekalian abg kumpul duet juga buat kebutuhan lain seperti mobil atau yang lain-lain”

Aku senang dan bahagia banget dengar jawaban dia kan. Jujur, dia lah pria pertama yang berkata seperti padaku. Hari-hari kujalani bersamanya ya tanpa status pacaran. Tapi, setelah hampi 1 tahun aku gak bertemu dengannya, akhirnya aku bisa bertemu kembali dengan nya menghabiskan waktu bersamanya.

Sampai suatu ketika, aku datang kerumahnya dan ibuny pun masih ingat denganku. Dalam pikiranku hanya berkata dan bertanya “Alhamdulillah ibunya masih ingat, tapi kenapa masih ingat denganku padahal sudah 2 tahun berlalu? Berarti dia tak pernah membawa perempuan kerumah nya selama 2 tahun itu, berarti dia hanya pacaran dan gak dikenalkan dengan ibunya”.

Ya jujur aku tak pernah berpikir negatif ke dia. Aku hanya berpikir yang positif saja. Semuany sudah kuberikan untuk dia dan begitu pun dia ke aku. Saling memberikan apa yang bisa diberikan.

Tapi, apa yang terjadi setelah itu. Hancur sehancur-hancurnya hatiku, ternyata rasa sayang yang kumiliki tidaklah mendapat respon darinya. Aku menyayangi dia namun hatinya bukan untukku. Bukan karna dia punya pacar, tapi karna dia banyak mendekati wanita. Aku kecewa dan hancur, namun aku bahagia karna wanita-wanita yang didekatiny tidaklah lebih baik dari aku.

Satu yang ku tau bahwa Allah akan mematahkan hatiku demi orang yang tak baik untukku. Saat itu aku sadar dan aku terima perangai nya yang seperti itu. Aku terima bahwa perasaanku salah dan tak seharusnya aku berkata bahwa aku sayang kan dia dan rasa yang dulu tumbuh kembali.

So, dengan aku mengenal dia, aku bisa belajar bahwa “Apapun yang terjadi, apapun yang dirasakan, itu bukan keinginan kita tapi itu semua sudah takdir dari Allah. Karna Allah tak ingin kita salah memilih, jadi Ia mematahkan hati kita untuk orang yang sama sekali tak mengharapkan kita. Now, kembali kepada diri kita sendiri bagaiman kita memahami dan menerimanya serta membuat kesimpulan dari apa yang sudah pernah terjadi kepada diri kita”.

Sekian kisahku yang kubagikan kepada kalian semua. Pesanku kepada kalian “jangan putus asa apalagi menyalahkan Allah maupun keadaan dengan apa yang sudah terjadi kepada diri kalian maupun kehidupan kalian. Kalian bisa berkarya dan bisa berbagi cerita kepada orang lain, walaupun cerita itu sangat pahit untuk diceritakan”.

Thank’s.